Ekstradisi terhadap Lim baru dilakukan tahun ini setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 3 Tahun 2016 pada 1 Februari mengenai pemulangan buron tersebut.
"LYN dimintakan ekstradisinya oleh pemerintah Amerika Serikat atas kejahatan melakukan persengkokolan untuk menipu Amerika Serikat, penyelundupan, ekspor ilegal ke Iran, berencana jahat untuk membuat keterangan-keterangan palsu, dan memberikan keterangan palsu kepada penegak hukum," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Amir Yanto di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis malam (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di Tangerang, Lim diserahkan oleh Jaksa kepada U.S. Marshall. Setelah itu ia direncanakan dibawa menuju ke Amerika Serikat pada pukul 23.15 WIB nanti.
"Keberhasilan perkara ekstradisi ini membuktikan bahwa Indonesia serius dalam memenuhi permintaan ekstradisi dari negara sahabat, meskipun belum memiliki perjanjian ekstradisi," kata Amir. (gil)