"Intinya Presiden ingin mendengarkan dari berbagai masukan," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (4/4). Namun ia menegaskan, soal waktu dan siapa saja yang bakal masuk jajaran menteri, merupakan kewenangan penuh Jokowi sebagai presiden.
Menurut Pramono, Jokowi bisa meminta masukan dari siapapun tentang soal reshuffle kabinet. Termasuk dari dirinya selaku Sekretaris Kabinet yang juga menyoroti soal tata kelola pemerintahan.
Beberapa petinggi partai politik datang memenuhi undangan Jokowi ke Istana beberapa hari lalu di antaranya Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh dan Katua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya fokus kerja dulu. Tidak usah ada yang dorong-dorong," kata Jokowi di Gelora Bung Karno, Minggu malam.
Mengenai rencana pemerintah untuk melakukan rombak kabinet kedua, Direktur Eksekutif IndoBarometer Mohammad Qodari mengatakan Presiden Jokowi sebaiknya mengisi Kabinet Kerja dengan orang kepercayaan yang memiliki kemampuan di bidangnya. Rombak kabinet jilid II perlu dilakukan agar pemerintahan berjalan lebih baik.
Meski belum diketahui secara pasti kapan akan diadakan rombak kabinet, namun salah satu sumber CNNIndonesia.com di Istana mengatakan pembahasan mengenai rombak kabinet terus berlangsung intensif. Para tokoh pun berdasarkan pemantauan hilir mudik menemui Presiden Jokowi, secara diam-diam. (sur)