Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma Diperpanjang

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Senin, 04/04/2016 22:33 WIB
Penutupan Bandara Halim Perdanakusuma Diperpanjang Pesawat Trans Nusa mengalami kerusakan setelah bertabrakan dengan Batik Air di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (4/4). (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan kembali memperpanjang penutupan Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah terjadi tabrakan antara pesawat Batik Air dengan pesawat Trans Nusa, Senin (4/4), hingga pukul 24:00 WIB.

“Sesuai Notam Nomor A1006, penutupan Runway Bandara Halim Perdanakusuma Diperpanjang sampai 4 April 2016 pukul 24:00 WIB,” kata Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan J.A Barata, Senin (4/4).

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dengan estimasi landasan udara sudah mulai bisa kembali dipakai saat pergantian hari.
“Proses evakuasi masih dilakukan,” ujar Barata.


Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pengusutan tuntas insiden ini adalah masalah serius yang harus selesai secara hukum oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hal ini terkait dengan keselamatan penumpang selaku konsumen juga menandakan rendahnya keselamatan penerbangan di Indonesia. Tak hanya itu, YLKI meminta Kementerian Perhubungan memberikan sanksi pada petugas yang saat itu sedang bertanggung jawab.

"Ini menandakan tidak ada koordinasi antara petugas ATC dengan petugas darat yang sedang menarik pesawat Trans Nusa ke hanggar. Ini juga bukti bahwa tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi dalam keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com.
Lion Air Group yang menaungi maskapai Batik Air memastikan seluruh awak kabin dan penumpang selamat pesawat Batik Air tabrakan dengan pesawat Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin malam (4/4). Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7703 berencana terbang menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Public Relations Manager Lion Air Andy M Saladin mengatakan, proses evakuasi masih berlangsung hingga saat ini.

“ID 7703 membawa 49 penumpang dan tujuh kru, dipastikan semua penumpang dan kru dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yang lain,” ujar Andy dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin.
Berdasarkan informasi, Batik Air berjenis Boeing 737-800 take off pukul 19.55 WIB dan menabrak pesawat di runway Halim. (pit/pit)