"Kalau KPK sudah dapat cukup keterangannya ya saya tidak dipanggil, tapi kalau mau mencocokkan benar-tidaknya keterangan anak buah saya, saya pasti dipanggil. Ya (kalau dipanggil) datang," kata Ahok ketika ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (7/4).
Jajaran pemda DKI Jakarta kini tengah diperiksa KPK soal suap reklamasi ini. "Hari ini Bappeda ada Asisten Pembangunan, BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) menjadi saksi di KPK," kata Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negosiasi kedua beleid ini tak kunjung rampung. Baik eksekutif maupun legislatif menemui jalan buntu ketika membahas kontribusi tambahan pengembang yang perlu dibayarkan dalam bentuk uang kepada pemerintah DKI Jakarta.
DPRD menilai kontribusi tambahan dapat diperoleh dari konversi nilai kontribusi sebanyak 5 persen dari lahan di pulau-pulau reklamasi.
"Di situ banyak perintah saya, disposisi saya. Sekarang bawahan setiap rapat mesti lapor ke saya dan disampaikan. Jadi saya tahu kronologinya," ujar Ahok.
Dua Raperda tersebut diduga menjadi obyek suap dari tiga tersangka KPK. Ketiganya adalah Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Wdijaja, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi, dan karyawan PT Agung Podomoro Land Trinanda. Ariesman dan Trinanda diduga menyuap Sanusi Rp2 miliar terkait raperda tersebut. (gil)