"Iya saya sudah dengar Sunny dicegah. Saya pikir supaya lebih jelas ya terserah waktunya (KPK) panggil saja," kata Ahok di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/4).
Ahok mengaku tak sampai berpikir Sunny akan mengkhianati dan menjual dirinya pada sejumlah konglomerat. "Saya tidak tahu dan tidak bisa tebak. Tapi kalau saya lihat anaknya baik," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sunny juga sering ketemu pengusaha. Lingkungannya itu (pengusaha). Dia kerja sama Peter Sondakh. Sunny sama Lippo dekat," kata Ahok.
Diberitakan sebelumnya, KPK mencegah Sunny dan Direktur PT Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma untuk bepergian ke luar negeri. Keterangan keduanya diperlukan terkait dengan penyidikan kasus suap pembahasan raperda reklamasi teluk Jakarta. Pencegahan dilakukan untuk enam bulan ke depan sejak 6 April 2016.
Perkara suap dalam pembahasan raperda mencuat usai KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi di sebuah mal di Jakarta Selatan, Kamis pekan lalu. Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang sebanyak Rp1,14 miliar yang diduga diberikan oleh Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja melalui perantara karyawan PT APL Trinanda Prihantoro.
Seluruh uang tersebut diduga sebagai pelicin agar PT APL bisa mempengaruhi pembahasan dua raperda terkait teluk Jakarta, di antaranya tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Provinsi Jakarta tahun 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai di Jakarta Utara. (obs)