Perayaan diawali dengan upacara yang dipimpin oleh Inspektur Upacara Marsekal TNI Agus Supriatna. Para pengunjung turut mengikuti upacara dalam penghelatan yang diadakan setahun sekali itu.
Setelah upacara selesai, hadirin disuguhi aksi marching band dari satuan Akademi TNI AU. Ratusan pasukan marching band menyajikan lengkingan alunan lagu mulai dari mars TNI AU hingga 'I Set Fire to the Rain' yang dipopulerkan oleh Adele.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suguhan dilanjutkan dengan aksi free fall dari 68 penerjun payung yang dilepaskan dari dua pesawat Hercules TNI. Selanjutnya aksi composite strike dari 20 pesawat tempur mendemonstrasikan Serangan Udara Strategis (OSUS) dan Serangan Udara Langsung (SUL).
"Suaranya bikin kaget, tapi aksi pesawatnya keren," ujar Yuanisa (24), salah satu masyarakat yang turut menyaksikan gelaran hari jadi TNI AU tersebut.
Selain akrobat di angkasa, TNI AU juga memamerkan demo darat berupa simulasi perang oleh prajurit Korps Pasukan Khas (Korpaskhas). Pada simulasi perang kota, prajurit pasukan khas memperagakan berbagai keterampilan dan taktik pertempurat darat terutama dalam menghadapi teroris.
Alutsista TNI AU Dituntut Makin Modern
TNI AU terus berupaya untuk memperbaharui teknologi dan alutsista yang dimilikinya. Kecanggihan alat tempur ini dianggap penting oleh Agus untuk memperkuat pertahanan udara negara.
"Kalau pertahanan udara Indonesia sudah mapan dan betul-betul menguasai wilayah udaranya, tidak mungkin ada negara lainnya yang berani main-main lewat sembarang di wilayah kita," ujar Agus.
"Pemerintah saat ini alhamdulillah sudah paham kebutuhan dan tantangan yang dihadapi kedirgantaraan negara kita ini. Sehingga apa kekurangan kita sekarang sudah mulai ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertahanan. Mudah-mudahan terwujud," tambahnya. (yul)