Ketua Komite Etik Fadel Muhammad mengatakan tujuan pelibatan aparat penegak hukum untuk memperbaiki citra Golkar yang menurun dalam setiap survei.
"Kami ingin agar ada citra baru di Partai Golkar," kata Fadel usai rapat pleno di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadel mengklaim sudah mendapat lampu hijau dari Kepala BIN Sutiyoso. Bahkan, kata dia, Sutiyoso mendukung langkah yang diambil komite etik untuk melibatkan BIN untuk penyelenggaraan Munaslub yang bersih.
"Dia tidak mau karena ini tidak ada kerugian negara. Saya bilang, saya cuma perlu dia punya aparat dan metodologinya," kata Fadel.
Fadel menyebut Agus masih menunggu keputusan terakhir rapat pleno. Dalam rapat pleno, Steering Committee telah memaparkan materi terkait Munaslub.
Mulai saat ini, kata dia, komite telah bekerja untuk mengawasi politik transaksional calon ketua umum kepada daerah-daerah.
Dia meminta jika ada yang menemukan indikasi itu, maka melaporkannya kepada komite etik dengan disertai bukti dan dokumen pendukung.
"Minggu depan kami akan rapat. Kami akan atur supaya tidak terjadi politik uang seperti perkiraan-perkiraan yang tidak benar," ujar dia.
Sebelumnya, Rapat pleno pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menetapkan biaya pendaftaran calon ketua umum untuk pembiayaan Munaslub sebesar Rp1 miliar, dari total estimasi anggaran yang berkisar Rp50 miliar.
Selain itu, rapat juga menetapkan tanggal pelaksanaan Munaslub adalah 23-26 Mei di Nusa Dua Bali. Pada 23 Mei, Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir untuk membuka Munaslub. (pit)