"Kan saya monitor terus mereka. Langsung bubaran, sudah langsung dalam hitungan jam sudah bersih. Kamu lihat mana ada bekas demo," kata Basuki alias Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (2/5).
Menurut Ahok, petugas kebersihan bekerja dengan sangat siap dan membersihkan sampah dengan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga menyampaikan terima kasih kepada buruh yang tidak merusak tanaman saat melancarkan aksi. "Tidak banyak yg dirusak. Kalau dulu selalu dirusak, ini lumayan baik," ujar Ahok.
"Bangunlah kaum yang tertindas, bangunlah kaum yang lapar...," pekik massa menyanyikan lagu tersebut sambil mengangkat tangan kiri mereka, di depan kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Minggu (1/5).
Lagu yang diciptakan Eugene Pottier pada 1871 ini telah diterjemahkan dalam banyak bahasa di dunia. Terjemahan pertama ke dalam Bahasa Indonesia dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.
Saat menyanyikan lagu tersebut, beberapa orang juga menembakkan kembang api ke langit. Ada pula yang membakar flare sehingga asap merah menyelimuti area di sekitar massa aksi. Kemeriahan Hari Buruh pun berakhir. (bag)