Menko Luhut: Persoalan HAM Tragedi 1965 Tuntas Tahun Ini

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Senin, 02/05/2016 21:22 WIB
Menko Luhut: Persoalan HAM Tragedi 1965 Tuntas Tahun Ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menjanjikan penuntasan persoalan tragedi 1965 pada tahun ini.(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menjanjikan penuntasan persoalan tragedi 1965 pada tahun ini. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi beban sejarah di masa mendatang.

"Masalah G30S PKI itu masalah kemanusiaan. Kami ingin selesai dalam tahun ini," kata Luhut sebelum meninggalkan kantornya, Senin (2/5).


Pernyataan Luhut itu menanggapi laporan yang diserahkan oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) guna mengetahui jumlah korban yang realistis. Intinya, ia jtidak ingin Indonesia disebut sebagai bangsa yang pernah mencatatkan sejarah hitam pembunuhan berdarah, seperti pembantaian yang dilakukan oleh kelompok nazi, holocaust.


"Kami ingin mendapatkan angka itu realistisnya berapa. Kami tidak mengatakan tidak ada yang mati atau tidak ada yang dibunuh. Dua pihak ada yang dibunuh," kata Luhut.

Ketua YPKP Bejo Untung mengatakan, pihaknya telah menemukan 122 lokasi yang diyakini sebagai kuburan massal korban tragedi 1965. Lokasinya berada di Sumatera dan Jawa. Dia memperkirakan, jumlah itu hanya dua persen dari total pembunuhan massal secara keseluruhan di Indonesia.

"Dua persen sudah ada sebanyak 122 titik dan korban yang ada di dalamnya, saya tulis rinci itu, ada 13.999 orang," katanya.


Bejo yakin, data yang diserahkan ke Menko Polhukam itu valid. Pihaknya telah melakukan penelitian sejak tahun 2000. Bahkan YPKP pernah melakukan penggalian kuburan massal di Wonosobo, Jawa Tengah.

Info soal keberadaan kuburan massal itu didapat YPKP dari mantan tahanan politik yang melihat truk pembawa korban tragedi 1965 dari Yogyakarta.

"Tandanya ada sebuah pohon kelapa, di situlah ada kuburan. Setelah dicek memang benar. Setelah digali kita temukan 21 kerangka. Ini semua Tapol. Ini baru contoh hasil menggali," katanya. (ags/ags)