"Masalah G30S PKI itu masalah kemanusiaan. Kami ingin selesai dalam tahun ini," kata Luhut sebelum meninggalkan kantornya, Senin (2/5).
Pernyataan Luhut itu menanggapi laporan yang diserahkan oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) guna mengetahui jumlah korban yang realistis. Intinya, ia jtidak ingin Indonesia disebut sebagai bangsa yang pernah mencatatkan sejarah hitam pembunuhan berdarah, seperti pembantaian yang dilakukan oleh kelompok nazi, holocaust.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua YPKP Bejo Untung mengatakan, pihaknya telah menemukan 122 lokasi yang diyakini sebagai kuburan massal korban tragedi 1965. Lokasinya berada di Sumatera dan Jawa. Dia memperkirakan, jumlah itu hanya dua persen dari total pembunuhan massal secara keseluruhan di Indonesia.
Bejo yakin, data yang diserahkan ke Menko Polhukam itu valid. Pihaknya telah melakukan penelitian sejak tahun 2000. Bahkan YPKP pernah melakukan penggalian kuburan massal di Wonosobo, Jawa Tengah.
Info soal keberadaan kuburan massal itu didapat YPKP dari mantan tahanan politik yang melihat truk pembawa korban tragedi 1965 dari Yogyakarta.
"Tandanya ada sebuah pohon kelapa, di situlah ada kuburan. Setelah dicek memang benar. Setelah digali kita temukan 21 kerangka. Ini semua Tapol. Ini baru contoh hasil menggali," katanya. (ags)