Menurut Ketua Ahmadiyah Gemuh, Kendal, Taziz yang juga pengurus masjid, peristiwa pengrusakan tersebut dilakukan saat kondisi hujan deras sehingga tak diketahui oleh warga atau masyarakat sekitar.
"Kejadiannya kemarin malam saat hujan deras sekitar pukul 22.00. Warga pada tidak tahu karena pada di dalam rumah", ungkap Taziz kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kami pernah ditolak warga, namun kami berusaha membuktikan bahwa kami tidak seperti yang orang sangka. Kegiatan kami juga ibadah, sholat, pengajian dan pertemuan bulanan. Jemaah kami santun kok kepada warga", tambah Taziz.
Aparat desa menyatakan, terdapat beberapa oknum yang tidak suka dengan keberadaan warga Ahmadiyah. Oknum tersebut bersikeras menolak pembangunan kembali masjid Ahmadiyah di daerah tersebut, meski motif pelaku yang sebenarnya belum diketahui.
Aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung memasang garis polisi di masjid Ahmadiyah yang dirusak. Polisi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dari warga. (gir)