"Dua minggu jelang puasa dan dua minggu puasa pertama, penumpang memang turun 40 persen. Tidak ada kaitannya dengan kami punya masalah," kata Edward di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh, ke Medan kami dapat izin frekuensi 20 kali, kami terbangkan pesawat 15 kali. Ada jam tertentu yang kami kurangi, ini sangat sedikit," ucap Edward.
Kementerian Perhubungan sudah menyetujui pengurangan rute yang diajukan Lion Air. Pengurangan frekuensi berlaku mulai 18 Mei hingga 17 Juni 2016. Setelah itu, semua rute penerbangan Lion Air akan kembali normal, termasuk jelang hari raya Idul Fitri.
"Itu hanya urusan bisnis, kebijakan bisnis perusahaan. Pemerintah tak bisa ikut campur. Saat low season sering kok perusahaan penerbangan mengajukan penundaan," kata Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Hemi Pamurahardjo secara terpisah.