"Setahu saya Golkar tidak ingin ada nama-nama yang berkaitan kriminal masuk dalam kepengurusan," ujar Luhut saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/5).
Saat disinggung sejumlah nama kader Partai Golkar yang bermasalah hukum namun tetap masuk dalam daftar pengurus baru, Luhut tak berkomentar banyak. "Nanti saya cek," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yahya pernah terjerat kasus video mesum dengan penyanyi dangdut Maria Eva pada November 2006. Bekas anggota DPR RI periode 2004-2009 ini kemudian dipecat sebagai anggota dewan oleh Badan Kehormatan DPR.
Luhut menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk merevisi sejumlah nama bermasalah yang masuk dalam kepengurusan. "Nanti kita lihat, saya kan bukan Ketua Golkar," ujarnya.
Sebagai kader partai berlambang beringin, Luhut menyambut baik terpilihnya Setya Novanto menjadi Ketua Umum Golkar. Dia tak ingin mencampuri urusan internal kepengurusan partai.
"Bagus, secara demokratis dia (Setya Novanto) sudah terpilih, biarkanlah dia menyiapkan pimpinannya. Kita tunggu saja beberapa hari ke depan," kata Luhut.
(obs)