Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD hingga saat ini terdapat 2.663 unit rumah rusak dan 103 unit kelas sekolah yang rusak di wilayah 19 kelurahan atau 16 kecamatan dari 3 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kerinci dan Kota Padang. Dari 2.663 unit rumah rusak terdiri dari 114 rumah rusak berat, 612 rumah rusak sedang, dan 1.905 rumah rusak ringan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan selain ribuan rumah rusak dampak gempa lainnya yaitu satu orang meninggal atas nama Awaludin warga Kota Padang (80) wakibat serangan jantung dan 18 orang luka-luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, kerusakan rumah meliputi 20 rumah rusak berat, 31 rumah rusak sedang, dan 97 rumah rusak ringan. Kerusakan ini tersebar di Desa Talang Petai Kecamatan V Koto, Desa Pasar Baru Kecamatan Lubuk Pinang, dan Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto. Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi terdapat 1 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan 7 rumah rusak ringan.
Sutopo mengatakan BPBD masih melakukan pendataan. Diperkirakan masih ada bangunan yang rusak dan belum dilaporkan karena kondisi cuaca yang sering hujan dan beberapa lokasi sulit dijangkau. “Untuk penanganan lebih lanjut terkait bantuan kerusakan bangunan akan dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut dia banyaknya rumah dan bangunan yang rusak disebabkan oleh belum diterapkannya konstruksi bangunan tahan gempa. Banyak rumah yang rusak tidak memiliki struktur kaku seperti beton bertulang yang jika dibuat dengan baik dapat meredam getaran gempa.
“Kolom-kolom dan balok pengikat yang kuat dan ditopang oleh pondasi yang baik akan dapat mengurangi kerusakan akibat gempa,” katanya. (obs)