"Tidak (baru). Sebelumnya sudah ada Bainstranas di bawah Kemhan. Sudah ada suatu badan. Sudah ada yang mengelola di sana," kata Widodo usai rapat di Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (9/6).
Widodo berkata, lembaga baru ini nantinya memberikan informasi intelijen kepada Menhan untuk kemudian diserahkan kepada presiden sebagai pertimbangan kebijakan pertahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bainstranas merupakan salah satu satuan kerja di Kemhan. Perubahan organisasi dari Bainstranas menjadi Badan Intelijen Pertahanan, menurut Widodo, untuk menyusun strategi pertahanan yang komprehensif dan aplikatif sesuai kebutuhan di lapangan.
"Sekarang kan sudah ada anggota Bainstranas. Kami tidak mengubah, tidak menambah orang, tidak menambah duit. Yang baru hanya strukturnya saja," kata Widodo.
"Sudah dibentuk. Saya yang bentuk walaupun kecil. Sudah (ada perekrutan) tenaga-tenaga ahli. Dari segala macam, dari luar. Kalau (tenaga) ahli, kami ambil (dari luar)," ujar Ryamizard usai menghadiri peluncuran senjata PT Pindad di Kemhan malam ini.
Ia sebelumnya mengatakan mayoritas negara di dunia, terutama negara-negara besar, memiliki badan intelijen pertahanan. Hanya Indonesia, klaim Ryamizard, yang kementerian pertahanannya tidak memiliki badan intelijen.