Andika Wamafma, kontributor TVRI ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Sabtu malam (11/6), membenarkan bahwa dirinya diancam oleh oknum warga salah satu pendukung tim sukses calon kepala daerah di Kampung Wayakedi.
"Ketika saya sedang meliput persiapan pencoblosan, tiba-tiba tim sukses dari pasangan calon nomor tiga mendatangi saya dengan sejumlah oknum warga. Mereka menaruh parang di leher saya dan mengarakan anak panah," katanya seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah PSU baru kamera dan kartu pers saya diserahkan, setelah polisi membantu meminta," kata Andika.
"Saya juga diancam dengan parang dan panah saat pencoblosan dimulai. Mereka melarang ambil foto dan menggiring saya ke salah satu pondok dan saya ditahan di sana, hingga evakuasi siang tadi," kata Tumbur.
Sedangkan, Rivando Nay, kontributor MNC TV yang meliput di Kampung Fona 1, juga mengalami hal serupa dengan dua rekannya.
"Mereka ancam saya dengan mengatakan wartawan tidak boleh ambil gambar di kampung Fona 1," katanya.
Baik, Andika, Tumbur, dan Rivando, kini telah berada di Kasonaweja, Ibu Kota Kabupaten Mamberamo Raya setelah dievakuasi menggunakan helikopter dari tiga kampung yang berbeda.
Mereka kini telah bersama sejumlah rekan lainnya yang juga meliput PSU ulang di Kabupaten Mamberamo Raya. (obs)