TNI Lepas Tembakan di Natuna, Menlu Bantah Ada Korban

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Senin, 20/06/2016 18:35 WIB
TNI Lepas Tembakan di Natuna, Menlu Bantah Ada Korban Menlu RI Retno Marsudi menyatakan tembakan kapal perang TNI AL ke kapal China sudah sesuai prosedur. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah ada nelayan atau anak buah kapal penangkap ikan asal China yang terluka dalam insiden di Natuna, Laut China Selatan. Jumat pekan lalu, kapal perang TNI Angkatan Laut melepaskan tembakan peringatan kepada 12 kapal asing pencuri ikan. Salah satu tembakan itu lantas mengenai kapal berbendara China.

“Mengenai tuduhan ada ABK yang terluka, saya sudah komunikasi dengan Pangab (Panglima TNI) dan Kepala Staf AL. Tidak ada yang terluka," kata Retno dalam rapat kerja dengan Komisi I Bidang Pertahanan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/6).

“Total tujuh ABK dalam keadaan baik dan tidak ada yang terluka,” tegas Retno.


Saat kapal China bernomor lambung 19039 itu berhasil diberhentikan dan ditangkap TNI Angkatan Laut, ujar Retno, diketahui bahwa kapal itu diawaki oleh enam kru laki-laki dan satu perempuan.

Sementara komunikasi kapal ditemukan dalam keadaan rusak, diduga dirusak oleh para ABK kapal itu sendiri.

Seperti disampaikan TNI AL sebelumnya, Retno mengatakan Jumat pekan lalu kapal TNI memergoki ada 10-12 kapal asing di perairan Natuna, dalam wilayah zona ekonomi ekslusif (ZEE) Indonesia. Kapal-kapal itu terlihat sedang melempar jaring, diduga sedang mencuri ikan.

Kapal China yang terkena tembakan kapal perang TNI Angkatan Laut. (Dok. Dinas Penerangan Angkatan Laut)
Melihat kapal TNI AL, kapal-kapal asing itu kemudian kabur. Empat kapal perang Indonesia memburu mereka, memencar. Kapal-kapal TNI Al, melalui radio komunikasi dan pengeras suara, memerintahkan kepada seluruh kapal ikan asing itu untuk berhenti dan mematikan mesin.

"Namun permintaan tersebut diabaikan dan kapal ikan asing menambah kecepatan," ujar Retno.

Akhirnya setelah beberapa jam memburu kapal-kapal asing itu, kapal perang RI melepas tembakan peringatan ke udara dan laut. Tembakan itu, ujar Retno, sesuai prosedur.

"Apa yang dilakukan TNI AL adalah bagian pelaksanaan law enforcement dalam melaksanakan hak berdaulat di ZEE kita," ujar dia.
ZEE ialah wilayah perairan yang berjarak 200 mil laut dari garis pangkal. Di sini, Indonesia berhak melakukan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Kementerian Luar Negeri China mengklaim satu nelayan mereka terluka dalam insiden di Natuna itu, dan karenanya mereka melayangkan protes ke pemerintah Indonesia. Nelayan itu, menurut Juru Bicara Kemlu China Hua Chunying, dibawa ke Pulau Hainan untuk dirawat.

Sementara Presiden Jokowi melalui juru bicaranya, Johan Budi Sapto Prabowo, sore ini di Istana Kepresidenan menyatakan kedaulatan negara harus dijaga tanpa mengurangi hubungan baik dengan semua negara.

"Kedaulatan itu nomor satu, harga mati, dan harus dipertahankan," kata Johan, menyampaikan pesan Jokowi kepada Retno dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut berkata pemerintah Indonesia saat ini tengah mencari solusi dengan melibatkan ahli hukum laut internasional.
(agk)