Kapal Pengawas China Sempat Bayangi KRI Imam Bonjol di Natuna

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Selasa, 21/06/2016 13:33 WIB
Kapal Pengawas China Sempat Bayangi KRI Imam Bonjol di Natuna Ilustrasi. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat, Laksamana Muda A Taufiq R, menyatakan kapal pengawas atau coast guard China sempat melakukan manuver untuk menggagalkan penangkapan kapal nelayan Han Tan Cou 19038 yang disebut Indonesia mencuri ikan di perairan Natuna, Laut China Selatan, Jumat 17 Juni.

Upaya penghadangan oleh kapal penjaga China itu terjadi usai Han Tan Cou digeledah dan tujuh awaknya yang berkewarganegaraan China ditangkap TNI Angkatan Laut. Saat itu, pukul 11.00 WIB, Han Tan Cou dikawal Kapal Perang RI (KRI) Imam Bonjol-383 menuju Pangkalan AL (Lanal) Ranai di Natuna, Kepulauan Riau.

Ketika kedua kapal dalam perjalanan, pukul 11.45 WIB kapal pengawas China yang bernomor lambung 3303 mengontak KRI Imam Bonjol lewat radio, meminta Han Tan Cou dilepaskan. Permintaan itu tak digubris TNI AL. Kapal Han Tan Cou yang berbendera China tetap dibawa ke Lanal Ranai.


Satu jam 10 menit kemudian, pukul 12.55 WIB, kapal pengawas China terlihat menjauh. Namun malam harinya pukul 22.46 WIB, sebuah kapal pengawas China kembali mendekati KRI Imam Bonjol dan melakukan provokasi.

Kapal itu mendadak mengurangi kecepatan dan memotong haluan KRI Imam Bonjol. Lagi-lagi mereka TNI AL diminta untuk melepas Han Tan Cou yang ditahan. Permintaan itu kembali tak direspons.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat, Laksamana Muda A Taufiq R, menggelar konferensi pers di Markas Koarmabar, Jakarta, terkait penangkapan kapal China di Natuna oleh TNI AL. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Hingga lewat tengah malam, Sabtu 18 Juni pukul 01.35 dini hari, kapal pengawas China masih membayangi KRI Imam Bonjol. Namun kapal itu tak melakukan tindakan membahayakan.

Aksi membayangi KRI Imam Bonjol dilakukan kapal pengawas China hingga fajar merekah. Sekitar pukul 05.00 WIB, mereka lagi-lagi minta Han Tan Cou dibebaskan, dan tetap tak direspons.

Kapal pengawas China baru menjauh ketika konvoi KRI Imam Bonjol mendekati daratan Indonesia.
Sebelum ditangkap, Han Tan Cou dan beberapa kapal China lainnya terlihat berlayar di perairan Natuna. Han Tan Cou terdeteksi sedang memasang jaring penangkap ikan.

Pukul 08.00 WIB Jumat pagi, total ada 12 kapal ikan asing yang berada di Natuna. Selusin kapal itu seluruhnya dikejar oleh TNI AL. KRI Imam Bonjol memasang status “peran tempur bahaya umum.”

Karena kapal-kapal asing itu kabur dan melakukan manuver berbahaya, KRI Imam Bonjol melepas rentetan tembakan peringatan ke udara dan laut. Salah satu tembakan itu mengenai Han Tan Cou.

Sebelum tembakan dilepas, KRI Imam Bonjol telah melakukan komunikasi dengan Han Tan Cou dan memberi isyarat bendera, namun tak direspons.

Pukul 09.30, KRI Imam Bonjol menurunkan Tim Visit Board Search Seizure (VBSS) untuk menggeledah kapal Han Tan Cou.

Hasilnya, 7 awak kapal berkewarganegaraan China, yang terdiri dari 6 pria dan 1 wanita, berhasil diamankan.

Kapal China yang ditangkap KRI Imam Bonjol di perairan Natuna. (Dok. Dinas Penerangan Angkatan Laut)
Kapal Han Tan Cou saat ini ditahan di Sabang Mawang, Natuna, untuk proses investigasi terkait dugaan pencurian ikan.

“Tujuh ABK (anak buah kapal)-nya dalam kondisi baik, tidak terluka sedikit pun. Jadi kalau ada kabar bahwa satu ABK tertembak, itu tidak benar,” kata Taufiq di Markas Koarmabar, Jakarta Pusat, Selasa (21/6).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China mengklaim satu nelayan mereka terluka dalam insiden di Natuna tersebut, dan karenanya mereka melayangkan protes ke pemerintah Indonesia.

Nelayan China yang disebut terluka itu, menurut Juru Bicara Kemlu China Hua Chunying, dibawa ke Pulau Hainan untuk dirawat.

Namun, bantahan disampaikan pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tak ada satu pun yang terluka dalam insiden di Natuna pekan lalu. (agk)