"Banjir dan longsor itu disebabkan hujan deras, gelombang pasang, dan struktur tanah yang labil di daerah perbukitan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers, Selasa (21/6).
Banjir dan longsor yang muncul sejak Pukul 05:30 WITA itu terjadi di delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Tahuna Barat, Tahuna, Manganito, Tatowareng, Manganito Selatan, Kendahe, Tabukan Utara, dan Tamako.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bupati Kepulauan Sangihe memimpin langsung proses penanganan darurat," kata Sutopo.
Untuk Jawa Tengah, jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor telah mencapai 47 orang. Sementara 15 orang masih dinyatakan hilang dan 14 orang luka-luka. Sebagian besar korban tewas dan hilang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Juru Bicara Presiden Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta tiga menteri berkoordinasi intensif menyikapi bencana longsor di Kabupaten Purworejo tersebut.
Lihat juga:Kabar Duka dari Jawa Tengah |
"Berkoordinasi termasuk dengan Pemda dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Termasuk soal penanganan pascabencana," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/6). (rel)