JK, sapaan Jusuf Kalla, menegaskan tembakan tersebut ditujukan sebagai tembakan peringatan. Nelayan China pun, ujarnya, tak ada yang terluka.
"Itu tembakan peringatan," kata JK, semalam. Tembakan itu, ujarnya, merupakan prosedur standar untuk menjaga perairan Indonesia dari kapal penyusup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, China sebelumnya telah memprotes tindakan Indonesia menembak Han Tan Cou. Negeri Tirai Bambu mengklaim satu nelayan mereka terluka dalam insiden itu.
Pukul 08.00 WIB Jumat pagi, total ada 12 kapal ikan asing yang berada di Natuna. Selusin kapal itu lantas diburu TNI Angkatan Laut. KRI Imam Bonjol memasang status “peran tempur bahaya umum.”
Karena kapal-kapal asing itu kabur dan melakukan manuver berbahaya, KRI Imam Bonjol melepas rentetan tembakan peringatan ke udara dan laut. Salah satu tembakan itu mengenai Han Tan Cou.
Sebelum tembakan dilepas, KRI Imam Bonjol telah melakukan komunikasi dengan Han Tan Cou dan memberi isyarat bendera, namun tak direspons.
Pukul 09.30, KRI Imam Bonjol menurunkan Tim Visit Board Search Seizure (VBSS) untuk menggeledah kapal Han Tan Cou.
Hasilnya, tujuh awak kapal berkewarganegaraan China, yang terdiri dari enam pria dan satu wanita, berhasil diamankan.
Kapal Han Tan Cou saat ini ditahan di Sabang Mawang, Natuna, untuk proses investigasi terkait dugaan pencurian ikan.