Direktur The Wahid Institute ini mengatakan, pada tahun lalu pernah terjadi stok vaksin cacar kosong dan ternyata itu sudah terjadi selama dua tahun. Dia mengalami sendiri masalah itu saat hendak memberikan vaksin pada putri bungsunya.
“Semua rumah sakit besar di Jakarta tak punya stok, dokter anak saya sampai menyarankan saya membeli ke Singapura,” kata Yenny kepada CNNIndonesia.com, Minggu (26/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Yenny berencana memeriksakan kembali putrinya ke dokter. Dia khawatir vaksin itu palsu sehingga khasiatnya untuk menangkal penyakit cacar tak ada.
Menurut Yenny, pemerintah harus memastikan stok vaksin ada sehingga tidak memberikan celah pada pelaku kejahatan. Kemudian, harga vaksin yang berkualitas juga sebaiknya bisa lebih terjangkau rakyat kebanyakan.
Saran untuk Orang Tua
Sebagai ibu, Yenny memiliki tiga putri, buah perkawinannya dengan Dhohir Farisi. Dalam menyikapi masalah vaksin palsu ini, Yenny menyarankan orang tua lebih cerewet saat hendak memberikan vaksin pada anak-anaknya.
“Orang tua harus banyak tanya kepada rumah sakit atau dokter yang memberikan vaksin,” katanya.
Orang tua harus bisa memastikan betul bahwa vaksin yang akan diberikan pada anak-anaknya adalah vaksin yang asli dan dibeli dari jalur resmi. Yenny juga mengimbau orang tua tak begitu saja percaya pada iming-iming harga vaksin yang miring.
Penangkapan Pemalsu Vaksin
Penangkapan pelaku pemalsu vaksin terjadi di Bekasi dan Subang, Jawa Barat. Di Bekasi, pada Mei lalu, ditangkap seorang berinisial J. Dari pengembangan kasus ini, polisi menangkap 10 orang lagi di tempat yang berbeda dan peran yang berbeda pula.
Kemudian di Subang, tiga orang ditangkap polisi dalam kasus yang sama. Sebuah pabrik juga digerebek di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pabrik ini membuat vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG.
Selanjutnya, polisi menciduk sepasang suami istri bernama Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina di sebuah perumahan mewah di Bekasi. Dari tangan mereka polisi menyita 36 dus vaksin palsu. Tiap-tiap dus berisi 800 vaksin. (ded/ded)