"Jika anak anda mengkuti program pemerintah imunisasi dasar lengkap, pengadaanya oleh pemerintah didistribusikan ke dinas kesehatan hingga fasyankes (fasilitas layanan kesehatan). Jadi dijamin asli, manfaat dan keamanannya," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan dalam akun twitter resmi @KemenkesRI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vaksin palsu diduga berisi cairan infus dan obat antibiotik (gentiacimin). Setiap imunisasi dosisnya 0,5 cc. Dilihat dari kandungan dan dosisnya, vaksin palsu ini dampaknya relatif dan membahayakan.
Kasus vaksi palsu kini tengah diungkap kepolisian. Sudah 13 orang jadi tersangka dengan peran yang berebeda-beda dari mulai pengedar hingga pembuat. Diperkirakan, vaksin palsu beredar di lima provinsi, termasuk DKI Jakarta.
Di Jakarta sendiri ditengarai ada empat rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu ini dan ada dua apotek yang menjualnya. (sur)