Kemenhub Mengaku Telah Maksimal Antisipasi Kemacetan

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Senin, 04/07/2016 10:02 WIB
Kemenhub Mengaku Telah Maksimal Antisipasi Kemacetan Foto Aerial suasana ribuan motor memadati jalan dua arah jalur pantura di pertigaan Losari , Cirebon, Jawa Barat, Minggu (3/7). Kemenhub mengaku jumlah kendaraan tak sebanding dengan luas jalan jadi penyeba utama kemacetan total. (Antara Foto/Rossa Pangabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hemi Pamurahardjo mengaku pihaknya telah melakukan upaya yang maskimal untuk mencegak kemacetan dalam hajat besar tahunan, mudik Lebaran 2016. Terkait kemacetan yang lebih dari 24 jam, di wilayah Brebes, Jawa Tengah, dan tol Pejagan, disebut Hemi bukan sepenuhnya kesalahan pihak Kemenhub.

Kapasitas jalan dianggap jadi penyebab utama kemacetan, karena jumlah ruas jalan tidak dapat menampung ratusan ribu kendaraan yang terpusat di beberap titik besar.

"Persiapan kami sudah matang, tapi ternyata kapasitas jalan tidak cukup untuk menampung ratusan ribu kendaraan pada titik kemacetan," kata Hemi, Senin (4/7).


Dilaporkan pihak kepolisian, banyak kendaraan pemudik kehabisan bahan bakar di Tol Pejagan ke arah Brebes. Kendaraan kehabisan BBM lantaran macet panjang hingga beberapa jam. Akibatnya, kemacetan di Tol Pejagan bertambah panjang.

Dalam akun Twitter @TMCPoldaMetro disebutkan, kondisi lalu lintas di ruas jalan tersebut macet total. "Imbas banyaknya kendaraan yang mogok akibat kehabisan bahan bakar, #Lalin di tol Pejagan arah Brebes padat cenderung tidak bergerak," demikian kicau akun resmi Traffic Management Center Polda Metro Jaya.
Sejak awal, kepolisian mengimbau pemudik yang akan melintasi Tol Pejagan-Brebes mengisi penuh bahanbakar kendaraanya. Pengisian disarankan di SPBU sebelum Pejagan karena pengisian bahan bakar di kawasan Tegal sebagian sudah habis. Sementara empat SPBU dikabarkan sudah kehabisan persedian BBM.

Kemacetan sudah terjadi beberapa jam. Polisi berharap pemudik yang terjebak di tengah kemacetan untuk bersabar. "Petugas Polri masih berupaya keras merekayasa lalu lintas (mulai dari Exit Brebes Timur - Tegal dan sekitarnya) Mohon tetap bersabar".

Sementara itu, Ribuan pemudik dari arah Tol Palimanan-Kanci menghindari kemacetan parah di Tol Pejagan-Brebes. Agar tak terjebak macet, mereka memilih keluar tol menuju jalur pantura dan jalur alternatif Ketanggungan-Jatibarang.

Seperti diberitakan Antara, sejumlah pemudik yang berada di rest area Tol Pejagan kilometer 229 menyatakan, mereka sudah mendengar kemacetan menjelang pintu Tol Brebes Timur mengular sampai belasan kilometer.

"Saya khawatir antrean sampai enam jam lebih, jadi rencana akan ke luar dari Brebes Barat ke arah Ketanggungan. Lebih baik memutar ke Slawi, tapi lebih lancar," kata Surahman, Senin (4/7). Pria warga Pondok Pinang, Jakarta ini mengaku akan mudik ke Pekalongan, Jawa Tengah.

Surahman mengaku sudah keletihan akibat padatnya kendaraan sejak Jakarta hingga Palimanan. Ia menempuh waktu hingga delapan jam lebih, sehingga memutuskan untuk memutar menuju simpang Dermoleng, Ketanggungan terus ke Jatibarang sampai Slawi.

Sama dengan Surahman, pemudik yang lain, Taufik dan Tarum yang akan mudik ke arah Kendal, Jateng.

Pantauan dari pintu Tol Pejagan, polisi sudah mengalihkan sebagian kendaraan ke jalur alternatif Pejagan-Prupuk, walaupun di jalur itu juga kendaraan hanya bisa bergerak perlahan.

Kendaraan harus antre satu jam lebih dari Simpang Klonengan hingga Ketanggungan, namun tetap bergerak terus sampai Slawi.

Kepadatan juga masih terjadi dari Pejagan ke arah Pantura Brebes-Tegal. Pengendara harus antre sampai satu jam lebih untuk masuk jalur pantura karena ada sistem buka tutup kendaraan di pertigaan.

Haryono, pemudik asal Lenteng Agung mengatakan, sejak keluar dari Pejagan pada Senin pukul 02.00 WIB, kendaraanya baru sampai di Kota Brebes dua jam kemudian, padahal jarak keduanya hanya 15 kilometer.

Kendaraan di Pantura menjelang masuk jalur Brebes menuju Tegal hanya bisa bergerak dengan kecepatan 10 sampai 20 kilometer per jam dengan sesekali berhenti.

Di ruas Brebes-Tegal, polisi masih menerapkan sistem "contra flow" di mana satu lajur dari arah Tegal digunakan untuk kendaraan ke arah timur. (pit/pit)