Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal Jaswandi. Di lokasi kejadian, malam ini, Jumat (8/7), ia berkata helikopter tersebut sedang digunakan untuk patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo di Klaten.
"Helikopter ini alat milik Kodam IV Diponegoro yang sedang bertugas dalam rangka patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo," kata Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Jaswandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan menit kemudian, kata Sabrar, pilot helikopter tidak lagi dapat berkomunikasi dengan menara pengawas.
Akibat kejadian ini, dua orang prajurit TNI AD, Letda CPN Angga Juang dan Serda Yogi Riski Sirait, bersama seorang yang diduga warga sipil, Fransiska Agustin, meninggal dunia.
Sementara itu, tiga orang prajurit TNI lain, yakni Kapten CPN Titus Sinaga, Serka Rohmat, dan Kopda Sukoco mengalami luka serius.
Seperti dilansir Antara, saksi mata bernama Priharyanto (35 tahun) berkata, saat sedang mengudara, mesin helikopter mati sehingga baling-baling tidak lagi berputar.
Akibatnya helikopter limbung, menukik ke arah bawah, dan menabrak rumah Heru Purwanto. Setelah itu helikopter jatuh dan berhenti dengan posisi berbalik arah.
Malam ini, tim investigasi yang dibentuk Markas Besar TNI AD akan diberangkatkan menuju Yogyakarta.
Sabrar mengatakan, lembaganya akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan rumah sakit untuk korban, baik yang tewas atau terluka.
"Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit TNI AU Harjo Lukito," tutur Sabrar. (abm)