Menurut Sabrar, tidak ada perbedaan antara keterangannya dengan ucapan Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Jaswandi. Kemarin di lokasi jatuhnya helikopter TNI AD di Yogyakarta, Mayjen Jaswandi berkata helikopter nahas tersebut sedang digunakan untuk patroli keamanan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo ke Klaten.
Sementara dalam konferensi pers di Media Center Dispen AD, Jakarta, pada malam yang sama, Sabrar menyebut helikopter itu digunakan Pangdam IV/Diponegoro untuk keperluan komando dan pengendalian Kodam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BKO adalah bantuan dari satu satuan untuk satuan lain. Bentuk penugasan dalam BKO ini, dukungan logistik dan administrasi dari satuan yang membantu masih berada di satuan asal, namun kendali operasional berada di satuan yang dibantu.
"Kebetulan jadwal Presiden akan ada di sana, tapi pengamanan Presiden bukan berarti kemudian helikopter itu digunakan untuk Presiden. Pesawat (helikopter) Presiden kan ada yang VVIP, bukan yang (jatuh) itu," ujar Sabrar.
Evakuasi Rampung
Komandan Komando Distrik Militer 0732/Sleman, Letnan Kolonel Joko Sujarwo, menyatakan evakusi badan helikopter Bell HA-5073 milik TNI AD yang jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, telah rampung.
"Evakuasi sudah selesai 100 persen. Proses evakuasi mulai dilakukan sejak pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB," kata Joko seperti dilansir Antara.
Menurut dia, evakuasi melibatkan 100 personel TNI AD di bawah koordinasi dari Pusat Penerbang TNI Angkatan Darat (Puspenerbad).
"Semuanya sudah diamankan, termasuk benda-benda yang berpotensi menimbulkan kebakaran seperti bahan bakar avtur dan lainnya," kata Joko.
Selanjutnya Mabes TNI AD akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter. Untuk itu tim investigasi segera dibentuk.
Kodim Sleman mengucapkan terima kasih kepada warga Dusun Kowan yang banyak membantu proses evakuasi helikopter, termasuk menolong para korban.
Sebelum jatuh, helikopter tersebut sekitar pukul 15.16 WIB mengalami masalah dan dinyatakan hilang kontak di atas Dusun Kowang, Desa Tamanmartani. Helikopter kemudian jatuh di dusun itu, menimpa dua rumah masyarakat yang sedang kosong.
Korban seluruhnya merupakan personel TNI AD. Ada enam tentara yang diangkut helikopter itu. Tiga orang meninggal dunia, yakni Letda Cpn Angga Juang, Serda Yogi Riski Sirait, dan Fransiska Agustin. Sementara tiga orang lainnya luka berat, yaitu Kapten Cpn Titus Sinaga, Serka Rohmat, dan Kopda Sukoco.
TNI AD menyatakan duka cita mendalam sekaligus prihatin atas jatuhnya korban dalam kecelakaan tersebut. (gil/agk)