Komisioner KPU Minta Hentikan Spekulasi Kematian Husni Kamil

Alfani Roosy Andinni, CNN Indonesia | Senin, 11/07/2016 14:56 WIB
Komisioner KPU Minta Hentikan Spekulasi Kematian Husni Kamil Komisioner Komisi Pemilihan Umum meminta agar dugaan-dugaan yang tidak berdasar terkait penyebab kematian Ketua KPU Husni Kamil Manik untuk dihentikan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkiyansyah menegaskan, kematian Ketua KPU Husni Kamil Manik disebabkan oleh penyakit yang memang telah diderita mantan anggota KPU Sumatera Barat itu.

Dia menjelaskan Husni memang sejak lama mengidap penyakit diabetes.

"Sakit, ada infeksi pencernaan dan kebetulan pada waktu itu gula darahnya sedang naik sehingga mengalami infeksi sistemik langsung menjalar ke aliran darah, organ vital dan paru-paru. Sehingga beberapa pembuluh darahnya pecah," kata Ferry di Kantor KPU, Senin (11/7).


Dia menyayangkan sejumlah pihak yang berspekulasi terkait penyebab kematian Husni. Dia meminta agar dugaan-dugaan yang tidak berdasar dihentikan.

"Saya yakin sesama Muslim harus bisa memahami bahwa proses yang terjadi itu bukan karena faktor apa-apa. Ya karena faktor semata sakit," tuturnya.
Dia mengatakan, Rumah Sakit Pusat Pertamina yang merawat Husni akan segera mengungkap penyebab kematian Husni. Namun dia mengaku tidak mengetahui tepatnya waktu pengumuman tersebut.

"Yang jelas kami berharap tidak terjadi salah paham. Tidak elok seorang yang sudah wafat digunjingkan," ucapnya.

Senada, Komisioner KPU lainnya Hadar Nafis Gumay meminta agar dugaan-dugaan yang berkaitan dengan kematian Husni dihentikan.

KPU, kata dia, tak melihat ada kejanggalan dari kematian Husni. Menurutnya Husni meninggal memang karena sakit.

"Karena kami sempat berkomunikasi terhadap pihak dokter. Untuk lebih pastinya lagi kami juga komunikasi lewat pihak keluarga dan pihak keluarga ada komunikasi dengan pihak rumah sakit," kata Hadar.
Dia berharap isu-isu miring terkait kematian Husni dihentikan. Hadar enggan menanggapi spekulasi yang berkembang. Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan KPU.

"Saya berharap analisis-analisis yang tidak mendasar dihentikan. Orang sudah meninggal, saya kira tidak baik menjalankan hal tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DKPP Jimly Ashiddiqqie meminta pihak rumah sakit yang sempat merawat Husni untuk memberikan keterangan terkait sakit yang diderita oleh koleganya itu.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan pihak rumah sakit karena kepergian Husni yang sangat mendadak.

"Pihak rumah sakit perlu memberikan keterangan sakit apa yang diidap oleh Pak Husni, ini begitu mendadak," ujar Jimly di Rumah Duka Siaga Raya, Jakarta Selatan. (rel/rel)


BACA JUGA