"Oh soal berita penangkapan itu ya? Enggak, enggak bener ya itu, enggak," kata Ramadhan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (20/7) dini hari.
Meski menyatakan tidak membenarkan kabar penangkapan, namun dia enggan menjawab ketika ditanya lebih lanjut. "Besok lagi ya," ujar Ramadhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada wartawan di Medan, Rina menjelaskan, Ramadhan dijemput paksa setelah tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidikan Polda Sumut.
Ramadhan diketahui pernah mencalonkan diri sebagai salah satu calon Walikota Medan 2016-2021 dari Partai Demokrat. Dia disebut-sebut terlibat kasus hutang senilai Rp24miliar kepada beberapa rekannya.
Duit tersebut kabarnya dipinjam oleh Ramadhan untuk dana kampanye politik saat memperebutkan kursi Walikota Medan. (meg)