Jokowi Rombak 13 Kementerian, Sri Mulyani Menteri Keuangan

Christie Stefanie & Abraham Utama, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 11:40 WIB
Ada empat pejabat yang digeser dari posisinya semula dan ada sembilan muka baru yang masuk jadi anggota baru Kabinet Kerja. Reshuffle Kabinet Jilid II. (Detikcom/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo merombak 13 Kementerian dalam reshuffel jilid II hari ini (27/7). Sejumlah nama baru masuk dan ada beberapa nama yang bergeser dari pos kementeriannya semula.

Ada empat menteri yang digeser dari posisinya semula yakni Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menempati posisi baru sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman. Sebelumnya Luhut adalah Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pejabat Menteri PPN/Kepala Bappenas yang lama, Sofyan Djalil digeser menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang.


Pejabat lain yang digeser adalah Thomas Lembong dari Menteri Perdagangan menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Selain empat nama tersebut, Jokowi mendatangkan muka baru ke Kabinet Kerja. Ada sembilan nama baru yang masuk yakni:

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan: Wiranto
Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
Menteri Desa dan Daerah Tertinggal: Eko Putro Sandjojo
Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Muhadjir Effendi
Menteri Perdagangan: Enggartiasto Lukito
Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto
Menteri Energi Sumber Daya Mineral: Chandra Tahar
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Asman Abnur

Dalam pidatonya Jokowi menyatakan, Indonesia harus menjawab segala tantangan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. "Kecepatan adalah bertindak yang langsung dirasakan oleh rakyat, dalam jangka pendek, menengah, dan panjang," katanya.

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut salah satu menteri baru, Sri Mulyani, sangat teruji di berbagai penugasan di bidang ekonomi dan keuangan. Sri juga menurut Pratikno juga memiliki jaringan dan dipercaya di tingkat internasional. (sur/sur)