"Berarti memang orang kami (Dinas Kebersihan) itu niatnya enggak mau ngambil. Masa Bantargebang kurang lagi. Jadi mau sampai tahun berapa, 2013, 2014, 2015, 2016 enggak lengkap belinya. Jadi memang niatnya udah, ah udahlah. Di sini tuh memang mesti belajar sabar-sabar saja," kata Gubernur yang biasa dipanggil Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu saya ngomong (mau ambil alih) saya sudah sampaikan kepada mereka (Dinas Kebersihan) siapkan dong alat berat segala macam. Kan memang ngeyel di Dinas Kebersihan," tutur Ahok.
Kemarin, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melakukan kunjungan ke TPST Bantargebang. Komisi D meminta Pemprov untuk lebih siap dalam swakelola TPST Bantargebang.
"Yang jelas kami minta kesiapan untuk menyiapakan peralatan," kata anggota Komisi D yang ikut dalam pemantauan itu, Prabowo Soenirman ketika dihubungi CNNIndonesia.com, kemarin.
Prabowo menyarankan, jika alat berat belum tersedia sebaiknya pemprov menyewa terlebih dahulu agar tak menghambat pengerjaan.
Saat ini, TPST Bantargebang dalam masa transisi yang berlangsung selama 60 hari sejak 19 Juli lalu. Swakelola merupakan langkah Pemprov Jakarta setelah memutus kontrak dengan pengelola sebelumnya, PT Godang Tua Jaya yang bekerja sama (joint operation) dengan PT Navigat Organic Energi Indonesia (NOEI).
Pemutusan itu dilakukan karena terdapat kewajiban dalam perjanjian yang tidak dipenuhi perusahaan tersebut. PT GTJ sudah diperingatkan dengan memberikan surat peringatan pertama hingga ketiga.
(obs)