Kapolres Tanjungbalai Ajun Komisaris Besar Ayep Wahyu Gunawan mengatakan, kesalahan informasi yang diterima masyarakat dan menyebar lewat media sosial membuat kerusuhan dan pengrusakan di sejumlah rumah ibadah terjadi.
“Kami belum sampai ke yang memprovokasi, masih mendalami bukti dari berbagai sumber,” ujar Ayep ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayep membenarkan bahwa Merliana melakukan komplain atas suara adzan, namun protes itu tidak sampai diikuti dengan tindakan melainkan hanya ucapan.
Saat mendengar Merliana komplain, lanjut Ayep, pengurus masjid juga sudah menanyakan kebenaran informasi tersebut. Mediasi dilakukan oleh pengurus masjid didampingi kepala lingkungan, petugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, serta personel Polsel Tanjungbalai Selatan.
Karena massa berkerumun di sekitar rumah Merliana yang berhadap-hadapan dengan masjid, mediasi dipindah ke Kantor Kelurahan Indra Sakti. “Warga semakin banyak lagi yang kumpul karena penasaran, ada apa,” tuturnya.
Untuk itu, mediasi kembali dipindah ke Kantor Polsek Tanjungbalai Selatan. Saat itu, Wakapolres, Ketua Majelis Ulama Indonesia setempat, dan sejumlah organisasi keagamaan lainnya hadir.
“Tapi massa kembali banyak yang datang, bergerak, dan malah terjadi kerusuhan itu,” katanya. (rdk)