Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki mengatakan Presiden Joko Widodo menginstruksikan dirinya untuk mempelajari lingkungan hidup strategis terkait dengan persoalan petani Kendeng, Rembang, Jawa Tengah dan PT Semen Indonesia. Hasil studi itu, sambungnya, akan menjadi rujukan seluruh pihak menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Dibutuhkan setahun studi itu. Rujukan bagi pemerintah daerah, pusat, investor, dan masyarakat," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (2/8).
Lihat juga:Doa Lebaran Petani Rembang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KSP akan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam melakukan studi setahun mendatang. "(Selama kajian) Izin eksploitasi tambang belum bisa. Tunggu dulu, diperkirakan setahun selesai," ucapnya.
Warga di kawasan pegunungan Kendeng melakukan aksi penolakan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia karena merusak lingkungan, di antaranya adalah hilangnya kantong air dalam goa bawah tanah. Aksi perlawanan itu salah satunya dilakukan melalui pendirian Tenda Perjuangan pada 2014 di kawasan dekat pabrik.