Anggota Tim Independen Polri, Effendi Gazali, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah pertanyaan kepada PPATK. Tim Independen Polri ingin membuktikan bahwa aliran dana ke Fredi telah melibatkan tindak pidana kejahatan yang kompleks, seperti kejahatan pencucian uang, penyelundupan, pemalsuan dokumen impor, serta perjudian online.
"Ada pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan matriksnya. Akan diolah atau disampaikan ketika bertemu dengan PPATK nantinya," ujar Effendi di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (16/8).
Lihat juga:Kepala PPATK Temui Kapolri Diam-Diam |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, sejumlah anggota Tim Independen Polri, seperti Hendardi dan Poengky Indarti, tengah berada di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka tengah berupaya membuktikan bahwa Haris pernah bertemu Fredi pada 2014.
Tindak pidana kejahatan tersebut terdiri dari kejahatan pencucian uang, penyelundupan, pemalsuan dokumen impor, serta perjudian online.
Agus mengatakan, PPATK telah menemukan transaksi pembayaran luar negeri yang berasal dari pihak-pihak yang diduga terkaiit dengan jaringan narkotik Fredi Budiman. Diduga aliran dana ini melibatkan oknum-oknum bahkan jaringan internasional.
PPATK memeriksa aliran dana yang berputar dari satu rekening ke rekening lain selama tahun 2014-2015. Pihak-pihak yang terkait dalam laporan tersebut, tutur Agus, merupakan anggota jaringan Fredi.