"Kalau melihat ke sana, terlihat danau, air terjun di Pulau Samosir dan situs sejarah Sisingamangaraja. Menurut saya itu sudah komplet," ucap Jokowi seperti dilansir Antara.
Sejak awal pemerintahannya, Jokowi menempatkan pembangunan sektor pariwisata sebagai salah satu program utamanya. Danau Toba merupakan satu dari 10 titik turisme yang paling mendapatkan perhatiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa menyebut nama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjdaitan berkata, Jokowi telah menunjuk pejabat yang akan memimpin badan tersebut.
Presiden Jokowi menyapa warga sebelum menyeberangi Danau Toba untuk berkunjung ke Pulau Samosir di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (21/8). (ANTARA/Septianda Perdana) |
Seluruh proyek itu, kata Luhut, ditargetkan selesai tahun 2018.
Pemerintah juga berencana memulai pembangunan jalan lingkar Pulau Samosir dan lingkar Danau Toba. Luhut berkata, dalam dua tahun proyek itu harus tuntas.
Setelahnya, ajang balap sepeda, lomba maraton, dan berbagai perlombaan berskala internasional dapat digelar setiap tahun di lokasi itu.
Baca juga:Tujuh Destinasi Khas di Danau Toba |
Pemerintah mendasarkan angka-angka tadi pada turisme Danau Toba yang kembali bergairah sejak 2008. Menurut catatan Badan Pusat Statistik Kabupaten Samosir, jumlah turis yang berkunjung ke Danau Toba pada 2015 mencapai 175 ribu orang.
Di satu sisi, jumlah tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan jumlah wisatawan yang datang pada 1995, yakni lebih dari 249 ribu orang.
[Gambas:Video CNN]
Keramba
Seiring dengan wacana besar pemerintah terhadap Danau Toba, para pemilik keramba di Danau Toba harus mulai memikirkan masa depan mereka. Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, pemerintah akan melarang keberadaan keramba jaring apung di danau terbesar di Indonesia itu.
"Masalah keramba jaring apung dan TPL (Toba Pulp Lestari), harus tuntas tahun 2017," kata Luhut.
Gubernur Sumut Erry Nuradi mengatakan, pelarangan keramba adalah upaya pemerintah memperbaiki ekosistem Danau Toba. Kepentingan pariwisata merupakan ujung dari kebijakan itu.
Menurut data Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, produksi ikan dari keramba di Danau Toba mencapai 80 ribu ton ikan pada tahun 2015. Sebanyak 51 ribu ton ikan berasal dari keramba milik masyarakat, sementara sisanya dari keramba korporasi.
Angka itu jauh dari daya dukung Danau Toba yang hanya 50 ribu ton ikan setiap tahun.
"Kerusakan yang itu ditandai adanya 5.600 keramba jaring apung yang menghasilkan limbah organik tinggi," ujarnya di Tapanuli Utara, pekan lalu.
Restorasi Danau Toba tanpa limbah dari keramba saat ini menjadi pekerjaan rumah tujuh kabupaten yang menaungi danau itu, yakni Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Dairi dan Karo.
Menghapus keramba dari Danau Toba bukan tugas mudah karena menyangkut hajat hidup orang banyak. (abm/agk)
Presiden Jokowi menyapa warga sebelum menyeberangi Danau Toba untuk berkunjung ke Pulau Samosir di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (21/8). (ANTARA/Septianda Perdana)