Menurut Kepala Pusat Data Informasi Dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, selama Januari hingga Agustus 2016, muncul sekitar 2.343 titik panas di Riau. Sementara total titik panas yang ada di seluruh Indonesia ialah 10.682 titik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 85 titik panas di Riau, sebanyak 71 titik panas terdapat di Kabupaten Rokan Hilir. Di wilayah itu, sebanyak 220 hektare lahan terbakar. Sementara 14 titik panas terdapat di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, Pelalawan dan Rokan Ulu masing-masing tiga titik, dan di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Dumai masing-masing satu titik.
"Kebakaran juga terjadi di kebun-kebun penduduk secara terpencar," kata Sutopo.
Ia mengatakan, titik panas di Riau tahun ini jauh berkurang jika dibanding tahun lalu. Sepanjang 2015, terdapat sekitar 5.355 titik panas di Riau. Penurunan titik panas, katanya, mencapai 50 persen.
Meski turun, ancaman karhutla masih berlangsung hingga awal September, puncak musim kemarau. Untuk itu, pemerinta berupaya meningkatkan kinerja satuan petugas karhutla secara optimal hingga periode krisis karhutla berakhir sekitar Oktober.
"Karhutla bisa kami kendalikan, kami optimis karhutla tidak akan meluas," kata Sutopo. (sur/agk)