Polda Metro Jaya Tangkap Pemalsu Komestik Beromset Rp30 Juta

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Senin, 05/09/2016 20:31 WIB
Polda Metro Jaya Tangkap Pemalsu Komestik Beromset Rp30 Juta Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Fadil Imran‎ mengatakan, tersangka AT dalam satu hari memproduksi kosmetik lebih dari 500 paket atau botol dengan keuntungan lebih Rp30 juta setiap bulannya. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Polda Metro Jaya menyita ratusan produk kecantikan palsu berbagai merek dari tersangka yang berinisial AT. Pria berusia 51 tahun itu memproduksi komestik yang tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di rumahnya sendiri. Rumahnya terletak di Perumahan STS Blok N nomor 10 Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Muhammad Fadil Imran‎, tersangka memproduksi dan menjual berbagai paket kosmetik seperti body lotion, krim dan toner pemutih kulit, minyak oles, dan berbagai paket minyak wangi palsu bermerek Chanel.

"Barang-barang ini didistribusikan di Pasar Pagi dan ada juga yang dijual melalui online. Rata-rata ini yang dicari wanita (cream) pemutih dan pelangsing," kata Fadil di Jakarta, Senin (5/9).


Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku telah memproduksi kosmetik palsu selama satu tahun. AT mendapatkan bahan-bahan pembuatan kosmetik palsu di Pasar Asemka. Contohnya adalah bahan lotion dalam bentuk kantong plastik ukuran 20 kilogram dengan harga Rp1 juta.
Setelah itu, bahan tersebut diolah dengan bahan lainnya, seperti air dan pewarna. Kemudian, dicetak atau dimasukan ke dalam botol untuk dikemas dan diberi striker sesuai dengan kebutuhan. Untuk harga, tersangka mengaku menjual kosmetik olahanya dalam bentuk paketan mulai dari harga Rp 6 ribu hingga Rp 15 ribu.

"Dijualnya di situs online elevania.com, mereknya itu merek buatan dia (tersangka) tapi yang menarik karena harga murah, konsumen ya mudah saja, ingin cantik tapi murah, mau putih atau langsing pake kosmetik murah ternyata tidak ada izin edar pemeriksaan dari Badan POM, kan bahaya," kata Fadil.

Fadil menyebutkan, tersangka dalam satu hari bisa memproduksi kosmetik berbagai jenis dan merk sekitar 500 paket atau botol. Keuntungan yang didapat setiap bulannya mencapai Rp30 juta.

Dalam penangkapan di rumahnya, polisi menyita berbagai barang bahan kosmetik diantaranya, setengah galon plastik minyak bulus dan kemiri, tiga kantong palstik lotion, satu kardus kecil pil virgin dan satu box plastik kecil hologram berbagai merk.

Selain itu, polisi juga menyita alat pembuatan kosmetik, seperti dua unit mixer, satu buah baskom dan enam ember plastik, serta lima bundel bukti pengiriman produk ke konsumen.

Polisi juga menyita berbagai produk kosmetik siap edar, diantaranya. 75 paket cream Syahrini Premium Gold, delapan paket parfum chanel, lipstik, masker bibir, sabun cuci muka, dan baby lips blushing red.

"Produk kosmetik diduga mengandung bahan berbahaya dan apabila dipakai akan menimbulkan gatal dan iritasi kulit, kita akan lanjut periksa kandungan apa saja di dalamnya," terang Fadil.
Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. (rel/rel)