"Seorang pemimpin harus bisa bekerja sama dengan siapa saja dan harus bisa membawa siapa saja ke arah tujuan," kata Hendro saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Kamis (8/9).
Lihat juga:Budi Gunawan Berterima Kasih kepada Sutiyoso |
Hendro pun yakin BG bisa memimpin BIN dan menjalankan fungsinya dengan lebih baik lagi, meski dia bukan berasal dari jajaran militer. "Dari manajemen yang baik itu saya kira leadership-nya (BG) juga baik. Oleh karena itu, saya kira (BG) tak akan ada masalah," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan tersebut memang sangat mendasar. Sebab, dalam sejarahnya, kursi kepemimpinan BIN hampir selalu diduduki oleh tokoh dari kalangan militer.
Kelima tokoh itu adalah Letnan Jenderal (Purn) Arie J. Kuma'at (1999-2001), Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono (2001-2004), Mayor Jenderal (Purn) Syamsir Siregar (Desember 2004-Oktober 2009), Letnan Jenderal (TNI) Marciano Norman (Oktober 2011-Juli 2015), dan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sutiyoso (Juli 2015-sekarang).