Dengan belajar dari Jokowi, Maruarar yakin pria yang akrab disapa Ahok itu bisa memenangkan Pilkada Jakarta 2017 mendatang.
"Kritik buat Ahok, belajarlah sama Jokowi. Jokowi itu kinerjanya baik, figurnya kuat tapi dia bisa rendah hati dan bisa berkomunikasi baik sehingga parpol dan masyarakat mendukung," tutur Ara, sapaan Maruarar, usai menghadiri pelantikan Syafruddin sebagai Wakil Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian itu juga yang memicu kritik sejumlah elite PDI Perjuangan terhadap rencana partai yang akan mengusung Ahok sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta.
Maruarar mengatakan, keyakinannya berdasarkan empat alasan. Pertama, banyak perubahan di Jakarta yang sudah dibuktikan lewat kepemimpinan Ahok.
Perubahan itu, menurut Maruarar, terlihat pada pelayanan publik dan penanganan banjir yang lebih baik dan cepat.
Alasan kedua terkait dengan elektabilitas Ahok. Meskipun diterjang dengan isu korupsi, karakter yang keras, dan masalah anggaran, namun elektabilitas Ahok tidak menurun.
"Dulu Jokowi-Ahok kan Ibu Mega yang mendukung, PDIP yang mendukung, komunikasi sangat baik seperti saat Ibu Mega ulang tahun, dia (Ahok) menjadi orang pertama yang menerima buku (biografi Megawati)," ucapnya.
Selain itu, kata Ara, komunikasi yang baik sudah terjalin antara Ahok dan Jokowi. Hal ini sangat penting mengingat Jakarta sebagai ibu kota dan masuk dalam pemerintahan pusat.
"Jadi dengan kinerja baik, elektabilitas baik, komunikasi dengan Ibu Mega baik, komunikasi dengan presiden baik," tuturnya.
Lihat juga:Antara Ahok, Mega dan PDI Perjuangan |