Usai Diperiksa, Bupati Yan Tak Komentar soal Harley Davidson

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 13/09/2016 19:08 WIB
Usai Diperiksa, Bupati Yan Tak Komentar soal Harley Davidson KPK memeriksa tersangka Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdinan terkait dengan kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa tersangka Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdinan terkait dengan kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan sejumlah dinas di lingkungan pemerintah tersebut.

Berdasarkan pantauan, Yan selesai diperiksa sekitar pukul 16.00 WIB. Dia memilih tak memberikan komentar banyak soal materi pemeriksaan dirinya. Dia menuturkan telah menyerahkan semua permasalahannya kepada pengacara.

Selain itu, Yan juga memilih bungkam saat ditanya soal uang yang digunakan untuk membeli dua kendaraan mewah dan kegagalan dirinya berangkat ibadah haji bersama sang istri.


"Ada 13 pertanyaan. Tanya ke Pak lawyer," ujar Yan di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (13/9).

Pengacara Yan, Heru Widodo yang mendampingi pemeriksaan mengatakan, pemeriksaan yang dijalani kliennya merupakan pemeriksaan lanjutan. Dia mengatakan pemeriksaan itu berkaitan dengan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Yan.

"Kalau materinya nanti bisa ditanyakan ke penyidik KPK. Karena untuk kepentingan pembelaan, kami tidak bisa menyampaikan," ujar Heru.

Selain diperiksa terkait dengan kronologi OTT, Heru menuturkan, penyidik KPK melakukan konfirmasi atas profil dan tugas Yan sebagai Bupati Banyuasin.

"Ini baru pemeriksaan pertama yang didampingi kuasa hukum. Nanti ada pemeriksaan lanjutan minggu depan," ujar Heru.

Lebih lanjut, Heru menegaskan, penyidik KPK belum melakukan konfirmasi atas dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Yan Anton. Dia juga enggan berkomentar soal sumber aliran dana dan sejumlah korupsi yang pernah dilakukan Yan.

"Soal sumber uang belum. Pengakuan (Yan) itu hubungan tersangka dengan penasihat hukum. Rahasia klien tidak bisa kami sampaikan," ujarnya.

KPK menetapkan enam tersangka dalam operasi tangkap tangan dalam kasus korupsi di Disdik Banyauasin, yaitu Bupati Banyuasin periode 2013-2018 Yan Anton Ferdinan, Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muhrrami, Kepala Sub Bagian Kepala Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Banyuasin Rustami, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, Kepala Seksi Pengembangan dan Pembangunan Disdik Banyuasin Sutaryo, dan swasta bernama Kirman.

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap seluruh tersangka di sejumlah lokasi di Banyuasin, Sumatera Selatan. OTT terhadap para pejabat Banyuasin itu terkait dengan suap yang dilakukan pengusaha Zulfikar terhadap Yan sebesar Rp1 miliar. Uang suap yang diterima oleh Yan digunakan untuk biaya ibadah haji bersama istrinya.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menyita motor Harley Davidson dan motor Ducati dari kediaman Yan Anton. KPK menduga dua motor mewah tersebut hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Yan Anton. KPK juga menyita mobil Mitsubhisi Mirage milik tersangka Rustami. (asa)