Polri Waspadai Mata-mata Abu Sayyaf di Indonesia

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 23/09/2016 11:52 WIB
Polri Waspadai Mata-mata Abu Sayyaf di Indonesia Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut soal keberadaan mata-mata kelompok militan Abu Sayyaf di Indonesia. (Antara/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyatakan akan berkoordinasi dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo soal keberadaan mata-mata Abu Sayyaf di Indonesia.

Ditanyai soal ini di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (22/9), Tito belum bisa memastikan keberadaan mata-mata tersebut. Tito mengatakan hanya menanggapi pernyataan Gatot yang lebih dulu mengungkapkan kecurigaannya terkait hal ini.

"Nanti saya akan koordinasi dengan Bapak Panglima TNI. Kalau memang ada (mata-mata) ya jelas tidak boleh," ujarnya.


Kasus mata-mata Abu Sayyaf, lanjut dia, sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Medio 2011-2012, pernah ada seorang yang ditangkap di Manado terkait dengan organisasi militan Filipina tersebut.

"Dia menggunakan paspor palsu Indonesia dan dia terdeksi sebagai orang yang berhubungan dengan Abu Sayyaf," ujarnya.

Selain itu, dia juga memberikan uang kepada kelompok yang belakangan beberapa kali menyekap awak kapal Indonesia di negaranya itu.

Abu Sayyaf merupakan kelompok yang terdiri dari ratusan gerilyawan Islam, yang dibentuk pada tahun 1990-an dengan uang dari jaringan al-Qaidah pimpinan Osama bin Laden. Mereka diketahui telah menerima jutaan dolar dari uang tebusan setelah menyandera banyak warga asing.

Meskipun para pemimpin Abu Sayyaf telah bersumpah setia pada kelompok ISIS, namun banyak analis menilai mereka lebih memusatkan aksinya kepada penculikan demi tebusan.

Saat ini, sekitar 7 ribu tentara pemerintah Filipina dikerahkan di Sulu untuk membantu memerangi anggota Abu Sayyaf yang diperkirakan berjumlah 400-500 orang. (stu)