Ditanyai soal ini di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (22/9), Tito belum bisa memastikan keberadaan mata-mata tersebut. Tito mengatakan hanya menanggapi pernyataan Gatot yang lebih dulu mengungkapkan kecurigaannya terkait hal ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menggunakan paspor palsu Indonesia dan dia terdeksi sebagai orang yang berhubungan dengan Abu Sayyaf," ujarnya.
Abu Sayyaf merupakan kelompok yang terdiri dari ratusan gerilyawan Islam, yang dibentuk pada tahun 1990-an dengan uang dari jaringan al-Qaidah pimpinan Osama bin Laden. Mereka diketahui telah menerima jutaan dolar dari uang tebusan setelah menyandera banyak warga asing.
Meskipun para pemimpin Abu Sayyaf telah bersumpah setia pada kelompok ISIS, namun banyak analis menilai mereka lebih memusatkan aksinya kepada penculikan demi tebusan.
Saat ini, sekitar 7 ribu tentara pemerintah Filipina dikerahkan di Sulu untuk membantu memerangi anggota Abu Sayyaf yang diperkirakan berjumlah 400-500 orang. (stu)