Walaupun menjadi Kepala BIN, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memohon agar Budi Gunawan tidak melupakan institusinya yang lama.
"Kami mohon kepada Bapak Budi Gunawan, jangan lupakan kami, jangan tinggalkan kami," kata Tito dalam pidato pelepasan Budi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta.
Tito mengatakan kepergian Budi jadi kehilangan besar bagi Polri. "Kami kehilangan seorang think tank," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pikiran kami Bapak masih anggota Polri, bahkan hingga Bapak pensiun sekalipun," kata Tito.
Bahkan, setelah diajukan untuk kedua kalinya oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Polri, Presiden Joko Widodo lebih memilih Tito yang secara usia jauh berada di bawah Budi.
Setelah Budi menjabat Kepala BIN, posisinya sebagai Wakapolri diisi oleh Komisaris Jenderal Syafruddin. Dalam sambutannya, Syafruddin mengatakan pendahulunya, yaitu Budi Gunawan adalah "sosok yang tidak akan pernah dilupakan."
"Semua pemikiran beliau mewarnai pemikiran kita semua. Semua yang diukir beliau dalam prestasi besarnya. Beliau punya komitmen yang tinggi. Kecintaan yang penuh pada institusi Polri. Kepedulian tinggi bagi institusi, sehingga Polri saat ini dan ke depan tetap dipercaya oleh masyarakat," kata Syafruddin dalam pidatonya. (rel/obs)