Permohonan Tito kepada Budi Gunawan
Rinaldy Sofwan Fakhrana | CNN Indonesia
Rabu, 14 Sep 2016 12:28 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menggelar acara pisah sambut Jenderal Budi Gunawan yang kini telah resmi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Rabu (14/9).
Walaupun menjadi Kepala BIN, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memohon agar Budi Gunawan tidak melupakan institusinya yang lama.
"Kami mohon kepada Bapak Budi Gunawan, jangan lupakan kami, jangan tinggalkan kami," kata Tito dalam pidato pelepasan Budi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta.
Tito mengatakan kepergian Budi jadi kehilangan besar bagi Polri. "Kami kehilangan seorang think tank," ujarnya.
Meski mengatakan siap mencari pemikir baru untuk menggantikan Budi, Tito tetap mengharapkan masukan-masukan dari sang jenderal baru itu, bahkan hingga pensiun.
"Dalam pikiran kami Bapak masih anggota Polri, bahkan hingga Bapak pensiun sekalipun," kata Tito.
Kursi nomor satu di Kepolisian semula direncanakan untuk diisi Budi. Namun, langkahnya terganjal proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Bahkan, setelah diajukan untuk kedua kalinya oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Polri, Presiden Joko Widodo lebih memilih Tito yang secara usia jauh berada di bawah Budi.
Setelah Budi menjabat Kepala BIN, posisinya sebagai Wakapolri diisi oleh Komisaris Jenderal Syafruddin. Dalam sambutannya, Syafruddin mengatakan pendahulunya, yaitu Budi Gunawan adalah "sosok yang tidak akan pernah dilupakan."
"Semua pemikiran beliau mewarnai pemikiran kita semua. Semua yang diukir beliau dalam prestasi besarnya. Beliau punya komitmen yang tinggi. Kecintaan yang penuh pada institusi Polri. Kepedulian tinggi bagi institusi, sehingga Polri saat ini dan ke depan tetap dipercaya oleh masyarakat," kata Syafruddin dalam pidatonya. (rel/obs)
Walaupun menjadi Kepala BIN, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memohon agar Budi Gunawan tidak melupakan institusinya yang lama.
"Kami mohon kepada Bapak Budi Gunawan, jangan lupakan kami, jangan tinggalkan kami," kata Tito dalam pidato pelepasan Budi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta.
Tito mengatakan kepergian Budi jadi kehilangan besar bagi Polri. "Kami kehilangan seorang think tank," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pikiran kami Bapak masih anggota Polri, bahkan hingga Bapak pensiun sekalipun," kata Tito.
Bahkan, setelah diajukan untuk kedua kalinya oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Polri, Presiden Joko Widodo lebih memilih Tito yang secara usia jauh berada di bawah Budi.
Setelah Budi menjabat Kepala BIN, posisinya sebagai Wakapolri diisi oleh Komisaris Jenderal Syafruddin. Dalam sambutannya, Syafruddin mengatakan pendahulunya, yaitu Budi Gunawan adalah "sosok yang tidak akan pernah dilupakan."
"Semua pemikiran beliau mewarnai pemikiran kita semua. Semua yang diukir beliau dalam prestasi besarnya. Beliau punya komitmen yang tinggi. Kecintaan yang penuh pada institusi Polri. Kepedulian tinggi bagi institusi, sehingga Polri saat ini dan ke depan tetap dipercaya oleh masyarakat," kata Syafruddin dalam pidatonya. (rel/obs)