Tiga WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Minggu, 02/10/2016 13:32 WIB
Tiga WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hari ini (2/10) menyampaikan keterangan perihal kembalinya tiga WNI korban penyanderaan Abu Sayyaf. (CNN Indonesia/Prima Gumilang).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan pemerintah Indonesia telah melakukan pembebasan terhadap tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina pada Sabtu malam (1/9).

Pembebasan tiga sandera WNI tersebut atas nama Ferry Arifin, M Mahbur Dahlan, dan Edi Suryono. Ketiganya merupakan anak buah kapal dari TB Chales milik PT Rusianto Bersaudara yang disandera pada Juni lalu.

"Tadi malam telah dijemput oleh tim khusus dan telah dibebaskan pada pukul 23.35 (waktu setempat)," kata Retno saat konferensi pers bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (2/10).


Saat ini ketiga sandera tersebut sudah berada di Sulu Joint Task Force West Mincom untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun, baik Menteri Retno maupun Panglima TNI tidak menjelaskan bagaimana proses pembebasan ketiga sandera tersebut. 

Selanjutnya, ketiga WNI itu akan dibawa ke Samboanga untuk diserahterimakan secara resmi kepada pemerintah Indonesia. Proses itu akan diwakili Kedutaan Besar RI di Manila.

"Kepulangan akan kami sampaikan pada kesempatan pertama setelah proses di Samboanga selesai dilakukan," ujar Retno.

Pihak keluarga dari ketiga sandera tersebut telah dihubungi pihak Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan masalah pembebasan tersebut.

Penyanderaan masih menyisakan dua WNI di Filipina. Kedua sandera itu berasal dari perusahaan yang sama. Retno mengatakan Pemerintah Indonesia masih berupaya sekuat tenaga untuk membebaskan kedua saudara tersebut.

"Masih ada dua sandera di lapangan yaitu atas nama Robin Peter dan M Nasir," kata Retno.

"Kami mohon doa agar pembebasan kedua sandera tersebut dapat segera berhasil dilakukan," ujar Retno. (wis)