Gatot mengatakan, kebijakan itu merupakan bagian dari menyangkut sikap politik luar negeri Indonesia.
"Dalam konteks Laut Cina Selatan, TNI tidak melaksanakan latihan dengan negara manapun," ujarnya di Ruang Tamu Panglima TNI, Jakarta, Selasa kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar isu Laut China Selatan, TNI tetap akan melaksanakan latihan bersama dengan sejumlah negara. Kegiatan itu sebelumnya telah disepekati melalui perjanjian militer.
Tahun depan, TNI akan berlatih bersama angkatan bersenjata Amerika Serikat dan India. Gatot meminta latihan itu tidak disalahartikan.
Situasi makin memanas setelah China menolak hasil putusan Pengadilan Tetap Arbitrase yang mementahkan klaim Beijing atas wilayah Laut China Selatan.
Kepada Reuters, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya berkata, institusinya akan menggelar latihan besar di Natuna, Kepulauan Riau.
Latihan tahunan tersebut melibatkan setidaknya dua ribu personel dan sekitar 80 pesawat, termasuk Sukhoi dan F-16.
"Kami ingin menunjukkan eksistensi kami di kawasan itu. Kami memiliki kekuatan udara yang cukup untuk menimbulkan efek deteren," ujarnya.