Berdasarkan survei yang digelar Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny JA, tingkat keterpilihan duet Agus-Sylvi bertengger di angka 19,3 persen. Angka itu kalah dibandingkan perolehan Anies-Sandi (21,1 persen) dan Ahok-Djarot (31,4 persen).
Namun begitu, Agus mengakui angka itu terbilang cukup baik bagi dirinya yang hingga kini belum melakukan apa-apa. Berbeda dengan Ahok dan Sandiaga yang sudah lebih dulu “menebar jaring” ke warga ibu kota jauh-jauh hari sebelum Agus dimunculkan oleh Poros Cikeas. Agus merupakan pendatang baru di panggung politik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat pasangan itu baru sekali berinteraksi dengan warga di Car Free Day pekan lalu, elektabilitas mereka saja sudah menyentuh angka 19 persen lebih. Fakta survei itu lantas dijadikan batu loncatan bagi PAN untuk meyakinkan diri bahwa pasangan yang mereka dukung bisa menang di Pilkada Jakarta, yang menjadi baromoeter politik nasional.
Tak hanya di ranah elektabilitas secara keseluruhan, di aspek distribusi pemilih Agus-Sylvi memiliki nilai paling rendah. Untuk pemilih perempuan, pasangan "baru" ini mendapatkan dukungan 19,1 persen dan oleh pemilih laki-laki di angka 19,5 persen.
Dalam survei yang dilakukan selama lima hari tersebut, LSI merilis persentase Agus-Sylvi memang masih yang paling rendah. Namun begitu angkanya tak jauh berbeda dengan yang dimiliki oleh pasangan Anies-Sandiaga, hanya 1,8 persen.
Sementara itu, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat masih kokoh berdiri dengan persentase 31,4 persen elektabilitas. Angka itu lebih tinggi dari indikator swing voters di angka 28,2 persen.
Hal itu disebut Agus harus dilakukan agar jika nanti dia dan Sylvi memenangkan Pilkada Jakarta maka tahu apa-apa saja yang harus dijadikan program prioritas. "Kami dengar aspirasi mereka, terutama hal yang akan kami jadikan prioritas," ujar putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Kemunculan Agus sebagai bakal calon pemimpin Jakarta memang mengejutkan banyak pihak. Selain dipandang sebagai terobosan besar, hadirnya Agus dianggap sebagai mutiara di tengah hiruk pikuk banyaknya muncul nama dalam bursa bakal calon gubernur Jakarta beberapa waktu lalu.
Munculnya Agus diakui banyak mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk politisi yang partainya menjadi lawan Agus. Politisi muda Partai Golkar Sirajuddin Abdul Wahab, misalnya.
Ketua Umum Barisan Muda Kosgoro 1957 yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu bahkan menjadi salah satu inisiator pembentukan relawan pendukung Agus-Sylviana yaitu Agus Fans Club (AFC).
Sirajuddin mengungkap jumlah pengikut Twitter @AgusFansClub_ mencapai 16.408 dalam waktu kurang dari tiga hari. "Animo masyarakat khususnya DKI memang melihat figur Mas Agus ini berbeda, luar biasa, unik, dan diidamkan semua kalangan," kata Sirajuddin yang menilai Agus menjadi sosok alternatif yang mengejutkan jagat perpolitikan Jakarta.