Seorang penyedia jasa selam di Botubarani, Cecep Naway, mengaku secara sengaja menebar udang di laut untuk memancing kedatangan hiu paus.
"Saya dan beberapa teman sengaja menebar makanan yaitu kepala udang selama seminggu terakhir. Pagi, siang dan sore rutin kami tebar di perairan," ujarnya Kamis (6/10), seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hiu yang dulu rata-rata di tubuhnya ada bekas luka goresan maupun cat. Yang sekarang muncul semua bagian tubuhnya masih mulus," tutur Cecep.
Lihat juga:Dua Ekor Hiu Paus Terdampar di Nusa Penida |
Peneliti WSI Mahardika Rizqi Himawan ketika itu menuturkan, seluruh hiu paus itu belum dewasa meskipun mempunyai tubuh sepanjang tiga hingga tujuh meter.
Padahal, menurut Mahardika, masyarakat tidak sepatutnya memberi makan hiu paus untuk menjaga perilaku alami satwa itu.
"Ikan ini sudah mengalami perubahan perilaku. Diketuk perahunya saja ikan sudah datang," katanya.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18/KEPMEN-KP/2013 menjadikan hiu paus sebagai satwa yang dilindungi. Sementara International Union for Conservation of Nature memasukkan satwa itu dalam kategori rentan. (abm/agk)