Wiranto mengatakan melalui teknologi tingkat tinggi kelompok teroris menyebarluaskan ajaran mereka, termasuk teknik propagandanya. Selain itu, para militan juga memanfaatkan teknologi siber untuk memberikan pembelajaran tentang perakitan bom.
"Semua sudah melakukan high technology, menggunakan teknologi siber," kata Wiranto saat ditemui di kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Jakarta Pusat, Senin (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengundang para tenaga ahli, para profesor yang telah memahami betul anatomi, karakter dan bahayanya terorisme," ujar Wiranto.
Oleh karena itu, mantan Panglima ABRI ini mengimbau kepada seluruh pejabat di jajaran BNPT agar meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam mengupayakan pemberantasan terorisme. Penanganan terorisme, menurutnya, tidak bisa diserahkan kepada satu lembaga saja.
Wiranto juga mengajak masyarakat untuk ikut mengenali bentuk-bentuk terorisme dan memahami bahayanya. Hal itu untuk menanggulangi ancaman terorisme secara massal dan total.
"Ini kewajiban seluruh masyarakat Indonesia, seluruh lapisan masyarakat harus memerangi ini. Toh, aksi mereka itu korbannya juga masyarakat," tutur Wiranto. (wis/asa)