"HA mengetahui dan ikut serta dalam menjalankan atau mengelola Rafiqa Travel milik Bahrun Naim dan istrinya, Rafiqa Hanum," kata Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/12).
Penangkapan Abisya merupakan hasil pengembangan dari penangkapan Syafii, terduga teroris yang ditangkap di Jalan Deli Tua, Dusun 3 Ajo Baho, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Syafii ditangkap siang tadi, sekitar pukul 12.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, Abisya bergabung dalam kelompok teroris KGR pimpinan Gigih Rahmat Dewa dan merencanakan kegiatan amaliyah atau aksi bom bunuh diri.
Abisya bersama rekannya memfasilitasi dua warga negara China etnis Uighur Ali alias Faris Kusuma alias Nu Mehmet Abdulah Cuma dan Doni Sanjaya alias Muhamad alias Halide Tuerxun. Keduanya termasuk dalam jaringan teroris The East Turkestan Islamic Movement yang masuk ke Indonesia secara ilegal dan menyembunyikan keberadaannya selama di Batam.
"Dia juga mengikuti baiat pada ISIS bersama-sama anggota kelompok KGR pada bulan Agustus 2015 di Sungai Ladi, Batam. Abisya juga berperan sebagai perekrut orang yang akan bergabung dalam kelompok KGR," ujar Awi. (pmg/rdk)