"Bapak-ibu juga jangan, 'Ah ini enak nih,' ini lebih gila kerjanya daripada saya, ini lebih gawat ini," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/10).
Ahok juga meminta agar Sumarsono yang akrab disapa Soni sebagai Pelaksana Tugas (Plt) gubernur untuk tidak segan-segan memecat pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak netral atau main politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, Soni yang merupakan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, mampu mengetahui PNS yang main politik.
"Saya harap bapak-ibu ini lakukan tugas bapak-ibu deh, jangan main politik, nanti repot. Hak pilih urusan bapak-ibu enggak usah ngomong ke siapa-siapa," tutur Ahok.
Tiga Fokus Soni
Soni menyanggupi permintaan Ahok untuk menjaga netralitas PNS. Netralitas PNS itu, kata Soni, masuk dalam tiga fokus suksesnya sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.
"Siap, tugas saya laksanakan. Jaga terus pilkada damai. Mudah-mudahan saya bisa bekerja minimal sama seperti Pak Ahok," kata Soni di hadapan PNS Pemprov DKI Jakarta.
Soni menjelaskan fokus pertama, adalah sukses dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan. Kedua adalah menjaga netralitas aparatur sipil negara dan yang terakhir, terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
"Jadwalnya minggu depan sudah susun APBD. Semuanya harus tepat waktu," ujar Soni.
Selain sebagai Plt, Soni juga merangkap jabatan di Kemdagri. Soni akan membagi waktunya siang hari sebagai Plt Gubernur dan sore hari akan mengerjakan tugasnya sebagai Ditjen Otda. "Pagi di sini, sore Dirjen," ujar Soni.
Soni akan menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta selama Ahok cuti kampanye untuk mengikuti pilkada. Ahok akan cuti terhitung 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. (rel/obs)