"Saya telah memerintahkan tidak menolerir gerakan memecah belah bangsa, mengadu domba dengan provokasi dan politisasi. Jangan ragu bertindak untuk keutuhan NKRI," kata Jokowi di Mabes TNI AD, Senin (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia bungkam ketika dikonfirmasi masih berlanjutnya upaya memecah belah bangsa oleh tokoh politik itu. "Nanti kita lihat," katanya.
Tetapi pada hari ini, di hadapan 2.185 prajurit TNI AD, AL, dan AU, ia meminta kesolidan mereka di setiap lapisan mempersatukan Indonesia. Kekompakan TNI bersama Polri juga diminta sehingga menjaga kesatuan ras, suku, dan agama di Indonesia.
"Bukan hanya saya. Seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengapresiasi soliditas, kekompakan, dan cara persuasif mengamankan Jakarta," tuturnya.
Setelah memberikan amanat, Jokowi menyalami satu per satu prajurit di barisan depan. Ia berterima kasih atas kerja keras yang dilakukan di lapangan.
"Saya ucapkan terima kasih. Saya tahu di lapangan mereka bekerja keras dari pagi sampai pagi," tuturnya.
(asa)