Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, kerja sama ini memang dilakukan untuk memulihkan ekosistem pesisir, sehingga bisa meningkatkan produktivitas tambak dan perekonomian masyarakat melalui budidaya perairan.
"Kita kerja sama dengan Belanda untuk lakukan revitalisasi pesisir, ini juga memang untuk tingkatkan pemulihan ekonomi lewat budidaya perairan secara berkelanjutan," kata Susi di Jakarta, Selasa (22/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan berbagai program mitigasi pesisir bencana dan adaptasi perubahan iklim, serta ketahanan pesisir pembangunan daerah ( PKPT).
Oleh karena itu, untuk memperluas kerjasama tersebut, KKP bersama pemerintah Belanda telah menandatangani Letter of intent. Kesepakatan ini dilakukan untuk memperluas dan mengukuhkan revitalisasi terhadap kawasan pesisir di Pantai Utara Jawa.
Selain itu, Kesepakatan ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama sebelumnya yakni program mangrove capital (2013) dan Building with Nature (2015). Kedua program tersebut memang terfokus pada revitalisasi kawasan pesisir mangrove di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Kerajaan Belanda Melanie Schultz van Haegen menyambut baik kerja sama yang dilakukan.
"Kerja sama ini bagus, saya harap ke depannya kita bisa terus perkuat kerja sama (Indonesia dan Belanda) untuk kemajuan perairan," kata Melanie.
Selanjutnya pada tanggal 14 Desember 2015 di Sanur, Bali ditandatangani "Agreement on Cooperation Namely Building with Nature (BWN) Indonesia: Securing Eroding Coastline Delta Project".
Lingkup kerja sama tersebut mencakup pembangunan perangkap sedimen (struktur hybrid), struktur pelindung pantai yang terbuat dari kumpulan cabang dan hutan yang memiliki multi-fungsi mengurangi erosi dan menangkap sedimen. Kemudian, penanaman dan pemeliharaan mangrove, serta revitalisasi 300 hektare tambak untuk budidaya berkelanjutan. (gir)