"Saya mengimbau yang akan demo pada tanggal 2 (Desember) untuk apa? Kan semuanya sudah. Alangkah indahnya diganti dengan doa bersama," kata Gatot setelah memberikan arahan kepada gubernur seluruh Indonesia di kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (24/11).
Gatot berpendapat apa yang diminta masyarakat pada aksi sebelumnya (4/11) sudah difasilitasi oleh pemerintah melalui Polri. Proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama sampai saat ini masih terus berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot mengaku khawatir terhadap ancaman yang datang untuk memecah belah Indonesia. Dia menduga ada pihak asing yang mencoba memecah belah Indonesia
Ajakan Berkumpul 30 November
Di sisi lain, Gatot juga mengajak seluruh gubernur untuk berkumpul bersama masyarakat di provinsi maupun kota/kabupaten seluruh Indonesia pada 30 November nanti.
"Tunjukan bahwa indonesia kumpulan patriot sejati. Tanggal 30 November, pagi, berkumpul di provinsi, kabupaten bersama untuk menunjukkan ikat kepala merah putih dengan judul Nusantara Satu," tutur Gatot.
Gatot menyatakan aksi itu nantinya akan bertemakan Indonesia milikku, Indonesia milikmu, Indonesia milik kita bersama. "Itulah bhinneka tunggal ika," kata dia.
Di Ibu Kota, kata Gatot, kegiatan akan digelar pukul 07.00 WIB di silang Monas. Kegiatan itu akan berisi pembacaan puisi dan doa bersama secara bergantian dari semua pemuka agama di Indonesia. (gil)