PKS dan Gerindra Tak Ingin Ada Tuduhan Makar

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 24/11/2016 23:50 WIB
PKS dan Gerindra Tak Ingin Ada Tuduhan Makar Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengimbau agar publik tidak terprovokasi dan menghindari adu domba. (Dok. Humas Partai Keadilan Sejahtera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan, partainya dengan Gerindra tetap solid dalam menghadapi situasi terkini.

Hal itu ia ungkapkan usai hadir dalam pertemuan tertutup kemarin malam bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS.

Hidayat mengatakan pertemuan tersebut membahas dua hal, yakni Pilkada DKI Jakarta dan membahas pertemuan antara Prabowo dengan Presiden Joko Widodo.


"Ini bukan pertemuan pertama kali. Setelah Pak Prabowo menerima Pak Jokowi, beliau ketemu PKS," kata Hidayat saat dihubungi, Kamis (24/11).

Menurut Hidayat, PKS dan Gerindra yang mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno sepakat untuk membangun situasi Pilkada yang damai.

Ia mengimbau agar warga tidak terprovokasi dengan isu sensitif. Apalagi, kata Hidayat, pasangan Anies-Sandi seringkali mendapat fitnah.

"Kami menolak beragam bentuk kekerasan baik itu verbal maupun fisik karena itu tidak menghadirkan demokrasi pilkada yang berkualitas," kata Hidayat.

Selain itu, kata Hidayat, dalam pertemuan tersebut, Prabowo menceritakan kunjungannya ke Istana Negara yang membahas situasi nasional saat ini, yang dikesankan mengecam.

Terutama terkait ungkapan aksi mengarah makar yang dinyatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kami berpendapat semestinya semua pihak tidak memanaskan situasi dengan tuduhan makar yang tidak mampu menghadirkan ketenangan dan kedamaian," kata Hidayat.

PKS dan Gerindra, kata Hidayat, pun mengimbau agar publik tidak terprovokasi dan menghindari adu domba. Ia juga yakin jika terjadi unjuk rasa, maka akan berlangsung damai.

"Imbauan kami juga sudah disampaikan ke publik. Pak Prabowo sendiri juga berkomitmen supaya tidak terjadi kekerasan," kata Hidayat.

Prabowo sendiri bertemu dengan Presiden Jokowi pada Kamis (17/11) pekan lalu. Pertemuan itu berlangsung satu pekan usai Aksi Bela Islam jilid kedua.

Kini, Aksi Bela Islam jilid tiga telah disiapkan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI atas kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pada Jumat (2/12) pekan depan.

Namun, sebelum aksi Jumat pekan depan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menyebut ada aksi yang akan berlangsung esok Jumat (25/11). Meski hingga kini, pemberitahuan tentang aksi belum diterima pihak Kepolisian. (gir/yns)